Berikan Tausiyah, Ustadz Rio Jelaskan Esensi Malam Lailatul Qodar
Berikan Tausiyah, Ustadz Rio Jelaskan Esensi Malam Lailatul Qodar
Kemenag Bintan (Humas) – Pengurus Ikatan Muballigh Kecamatan (IMKT) Toapaya, Ustadz Rio Putra memberikan tausiyah agama pada malam ke 20 Ramadan di Masjid Nurul Hasanah. Rio mengatakan pada 10 hari terakhir Ramadan, Allah menurunkan maghfirah kepada orang-orang yang berpuasa dan menjaga nilai-nilai puasa dari berbagai hal yang dapat merusaknya.
Menurutnya, Ramadan adalah bulan pembakar dosa dan pengampunan Allah, sebagai dikatakan Rasulullah dalam sebuah Hadist. Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang maknanya “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.
“Maka sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, sepuluh Ramadan ini mari kita kencangkan ikat pinggang kita untuk banyak berzikir kepada Allah dan mengharapkan pengampunan atas dosa dan kesalahan kita selama ini,” ujarnya.
Berikut adalah amalan yang dapat dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Pertama, berzikir sebanyak-banyaknya agar kita mendapatkan ampunan Allah Swt.
Kedua, memperbanyak istighfar, istighosah dan muhasabah kepada_Nya.
Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur'an dan zikir agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
"Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir. Jika kalian lemah atau tidak mampu, maka jangan lewatkan sisa tujuh (hari)," (HR Muslim dalam kitab Al-Shiyam, Bab Fadhl Lailah Al-Qadr wa Al-Hatsts'ala Thalabiha wa Bayan Mahalliha, no 1.989.
Rio mengatakan jika kita mendapatkan malam Lailatul Qodar maka selayaknya kita sudah hidup dalam ibadah selama 83 tahun.
“Maka mari kita capai dan gapai malam Lailatul Qadar tiap tiap malam ganjil 21, 23, 25, 27, 29. Semoga kita bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar dan barokah Ramadan serta menjadi orang bertaqwa,” pesannya.
Rio.