Giat Ngopi, H. Rostam Efendi Jelaskan Keutamaan Sikap Ridho dengan Ketentuan Allah
Giat Ngopi, H. Rostam Efendi Jelaskan Keutamaan Sikap Ridho dengan Ketentuan Allah
Kemenag Bintan (Humas) – Giat Ngobrol Perkara Iman (Ngopi), Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Bintan, H. Rostam Efendi menjelaskan tentang keutamaan sikap ridho dengan segala ketentuan Allah Swt. Hal itu disampaikannya pada giat Ngopi, Jumat, 27 Desember 2024 di aula Kantor Kemenag Bintan. Hadir dalam giat Ngopi antara lain para pejabat pengawas dan seluruh ASN.
Diakhir penggalan tausiyahnya, Rostam menjelaskan keutamaan sikap ridho. Dia mengatakan Ridho secara bahasa berarti menerima dan ikhlas terhadap apapun yang terjadi. Dalam konteks spiritual, ridho adalah sikap hati yang menerima dengan lapang dada apapun yang Allah takdirkan, baik itu sesuatu yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Sikap ini lahir dari keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah atas izin dan ketentuan Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Menyerahkan hasil kepada Allah (tawakal) adalah langkah penting dalam mencapai ridho. Setelah melakukan usaha maksimal, seorang mukmin diajarkan untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tawakal ini adalah bentuk keyakinan penuh bahwa Allah adalah sebaik-baik Pengatur dan Pemberi Rezeki.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman: "Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3.
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah ikhtiar dilakukan, kita harus menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik bagi kita.
Ridho kepada Allah mencakup dua aspek penting: ridho terhadap nikmat dan ridho terhadap musibah. Ketika mendapatkan nikmat, ridho ditunjukkan dengan syukur, dan ketika menghadapi musibah, ridho ditunjukkan dengan sabar. Seorang mukmin yang ridho terhadap ketetapan Allah akan selalu berada dalam keadaan tenang, karena ia meyakini bahwa setiap ketetapan Allah adalah kebaikan baginya, baik di dunia maupun di akhirat.
"Sungguh mengagumkan urusan orang beriman, sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR. Muslim).
Hadits ini menegaskan bahwa ridho terhadap apapun yang Allah takdirkan adalah kunci kebahagiaan dan ketenangan batin, karena seorang mukmin akan selalu menemukan kebaikan dalam setiap keadaan.
Hatiman.