Giat Ngopi, Muhammad Ridwan Ajak Jajarannya untuk Muhasabah Jelang Akhir Tahun
Giat Ngopi, Muhammad Ridwan Ajak Jajarannya untuk Muhasabah Jelang Akhir Tahun
Kemenag Bintan (Humas) – Giat Ngobrol Perkara Iman (Ngopi), Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Bintan, H. Muhammad Ridwan menyampaikan dua pokok bahasan penting, yakni terkait dengan keutamaan membaca salawat dan muhasabah akhir tahun.
Setelah menguraikan pentingnya bersalawat kepada Nabi, Muhammad Ridwan mengatakan penghujung tahun merupakan momen tepat untuk melakukan introspeksi dan refleksi diri. Melalui muhasabah, kita dapat merenungkan amalan dan perbuatan kita sepanjang tahun, bersyukur atas kebaikan, dan memohon ampun atas dosa dan khilaf.
Muhasabah diri, atau introspeksi diri, merupakan proses penting dalam kehidupan manusia, khususnya bagi umat Islam. Melalui muhasabah diri, kita dapat mengevaluasi diri sendiri, merenungkan perbuatan dan sikap yang telah dilakukan, serta mempertimbangkan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Secara bahasa, muhasabah berasal dari kata Arab "hisab" yang berarti menghitung atau menghisab. Dalam konteks muhasabah diri, hal ini berarti menghitung atau menghisab diri sendiri, baik perbuatan maupun sikap yang telah dilakukan. Sedangkan secara istilah, muhasabah diri diartikan sebagai proses introspeksi atau evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan, serta melakukan koreksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Muhasabah diri bukan hanya tentang menemukan kesalahan, tetapi juga tentang mensyukuri kebaikan dan meningkatkan kualitas diri secara keseluruhan.
Dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang mengajak kita untuk melakukan muhasabah diri. Surat al-Hasyar ayat 18 Ayat, misalnya menekankan pentingnya introspeksi diri dan kesadaran akan tindakan yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Syekh Nawawi Banten dalam Tafsir Marah Labib, Jilid II, mengatakan ayat ini menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri, di mana setiap individu dianjurkan untuk merenungkan apa yang telah mereka persiapkan untuk hari esok, yaitu Hari Kiamat.
Ini mencakup perbuatan baik maupun buruk yang dilakukan, karena setiap tindakan akan diperhitungkan di akhirat. Dengan memperhatikan masa depan yang abadi ini, seseorang akan lebih terdorong untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal yang baik melalui amal saleh dan menjauhi maksiat.
Selain itu, ayat ini juga mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang kita kerjakan, baik itu perbuatan baik atau buruk. Tidak ada satu pun amal yang luput dari pengawasan-Nya. Oleh karena itu, ayat ini mengajak kita untuk merasa malu dan segan terhadap Allah ketika hendak melakukan perbuatan dosa, karena semuanya terlihat dan terdengar oleh-Nya.
Melalui kesadaran ini, kita diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan amal perbuatan kita, serta senantiasa bertakwa dengan melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Giat Ngopi diikuti oleh para pejabat pengawas dan seluruh ASN Kemenag Bintan.
Hatiman.