Isra Mikraj di Masjid Besar Nurul Iman Hadirkan KH. Nasrul Husna
Isra Mikraj di Masjid Besar Nurul Iman Hadirkan KH. Nasrul Husna
Kemenag Bintan (Humas)-- KH. NASRUL HUSNA pimpinan pondok
pesantren Ashohibul Wafa Husna Bandung menjadi penceramah peringatan Isra
Mikraj 1445 H tingkat Kabupaten Bintan di Masjid Nurul Iman, Kijang tadi malam,
Kamis, 8 Februari 2024.
Nasrul Husna mengatakan Isra Mikraj adalah peristiwa yang luar
biasa. Pada tahun itu sejarah mencatat Rasulullah mendapat kesedihan yang luar
biasa dengan wafatnya Khadijah, istrinya dan Abu Thalib, pamannya.
Dua sosok itu merupakan tokoh penting dalam perjuangan Islam. Pengorbanan
kedua tokoh itu sangat besar dalam memberikan perlindungan dakwah kepada Nabi
Muhammad. Kecintaan keduanya pada Nabi tiada tara.
“Cinta adalah kesiapan kita menerima rasa sakit dari orang yang
dicintai seperti ditunjukkan kedua tokoh mulia itu,” ujarnya.
Saat Nabi berdakwah mereka memberikan perlindungan dari gangguan kaum
kafir Quraisy. Singkat cerita pada suatu malam ketika Nabi sedang berada di
rumah Ummul Hani, putri Abu Thalib yang dekat dengan Masjidil Haram, Jibril
membangunkan Nabi untuk bersama berangkat Isra menuju Masjidil Aqsa di
Palestina. Nabi mengawali perjalanannya dengan berwudhu terlebib dahulu dan
salat sunnah.
Setelahnya Nabi bersama Jibril melakukan mikraj untuk bertemu
dengan Allah Swt dalam menerima perintah salat lima waktu.
Nasrul Husna mengatakan peristiwa Isra dan Mikraj merupakan bentuk
penghiburan Allah Swt terhadap Muhammad yang menerima musibah secara
berturut-turut sekaligus memperteguh kebenaran ajaran yang dibawanya.
Hatiman.