Ngopi, Muhammad Hasbi Uraikan Mukjizat Al-Quran
Ngopi, Muhammad Hasbi Uraikan Mukjizat Al-Quran
Kemenag Bintan (Humas)—Giat Ngobrol Perkara Iman (Ngopi) Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Bintan telah berjalan empat tahun. Mengawali tahun
2024, kegiatan Ngopi pada Jumat, 5 Januari 2024, Kasi Bimas Islam Kantor
Kemenag Bintan, Muhammad Hasbi menguraikan tentang mukjizat Al-Quran.
Kegiatan Ngopi diikuti oleh seluruh ASN Kemenag Bintan. Hasbi
mengatakan Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi mukjizat
terbesar dari mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepada para nabi
sebelumnya. Sebab mukjizat para nabi dan rasul terdahulu bersifat indrawi, sedangkan
Al-quran merupakan mukjizat ruhiyah yang bersifat rasional, kekal dan sepanjang
masa.
Sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, Al-Quran menjadi
kitab suci yang tidak pernah kering dalam memecahkan segala masalah kehidupan.
Al-Quran senantiasa menjadi petunjuk bagi kaum di segala zaman dan tempat. Secara umum, mukjizat dibagi menjadi
dua, yakni mukjizat material dan mukjizat immaterial. Untuk lebih jelasnya,
berikut penjelasan mengenai macam-macam mukjizat:
Mukjizat Meterial
Mukjizat material indrawi adalah
didefinisikan sebagai kekuatan yang muncul dari segi fisik yang memberi isyarat
terkait kesaktian seorang nabi. Biasanya, mukjizat yang dimiliki oleh para nabi
tersebut, dapat dilihat secara langsung oleh mata telanjang atau ditangkap oleh
indera mata, tanpa perlu dianalisa. Kendati demikian, mukjizat tersebut hanya
terbatas pada kaum di mana seorang nabi diutus.
Umumnya, mukjizat diberikan Allah
kepada para nabi sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapkan kepada mereka
oleh pihak-pihak lawan. Ada beberapa contoh mukjizat melalui para nabi untuk
menunjukkan kekuasaan Allah, seperti perahu Nabi Nuh dan tongkat Nabi Musa.
Semua mukjizat tersebut bersifat inderawi dan tidak bisa ditolak.
Mukjizat Immaterial Logis
Salah satu contoh mukjizat
immaterial yang bersifat immaterial logis adalah mukjizat yang diberikan kepada
Nabi Muhammad SAW, yaitu Alquran. Mukjizat ini dimaksudkan bahwa Rasulullah
diutus kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Alquran juga menjadi
bukti kebenaran ajarannya tanpa mengenal waktu, situasi, dan kondisi
apapun.
Hamka dalam bukunya Tafsir Al
Azhar menyatakan bahwa ada empat rupa mukjizat Alquran, di antaranya:
Pertama, Salah satu
mukjizat Alquran adalah diberitakan proses terjadinya bumi dan langit, bulan,
bintang, dan matahari. Selain itu, di dalam Alquran juga dijelaskan mengenai
proses turunnya hujan dan pengaruhnya terhadap kesuburan tanah di bumi.
Kedua, Alquran juga
banyak menceritakan berita tentang masa lalu, seperti berita tentang Tasmud,
Kaum Luth, dan lainnya. Semua berita di dalam Alquran merupakan berketetapan
dengan kenyataan yang benar dan seluruh ahli sejarah mengakuinya.
Ketiga, Mukjizat
Alquran selanjutnya, yaitu terkait dengan Fashahah dan Balaghah. Di mana,
Alquran memiliki derajat yang tinggi dalam setiap susunan kata, irama, dan gaya
bahasa. Susunan kalimat Alquran bukan merupakan syair dengan rangkaian kata
menurut suku kata bilangan tertentu, bukan puisi apalagi sebuah prosa.
Keempat, Alquran
memberitakan segala sesuatu yang akan terjadi. Banyak sekali ayat-ayat Alquran
yang memberitakan peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
Hatiman.